Jejak Digital SPPG Sukorejo Dipertanyakan, Koordinat Baru Justru Berada di SPBU Candirejo -->

Javatimes

Jejak Digital SPPG Sukorejo Dipertanyakan, Koordinat Baru Justru Berada di SPBU Candirejo

javatimesonline
19 Juni 2026
Titik koordinat SPPG Sukorejo janggal

NGANJUK, JAVATIMES – Transparansi sebuah lembaga publik tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi juga dari keterbukaan informasi yang dapat diakses masyarakat. Namun hal berbeda justru ditemukan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.


Hingga Jumat (19/6/2026) pukul 10.45 WIB, lokasi SPPG tersebut diduga belum memiliki titik koordinat yang dapat ditelusuri secara jelas melalui Google Maps. Temuan itu terungkap saat tim awak media mendatangi langsung lokasi SPPG untuk melakukan konfirmasi dan penelusuran lapangan.


Di lokasi, awak media ditemui petugas keamanan bernama Hanafi. Saat dilakukan pengecekan bersama, ditemukan nama "SPPG Nganjuk Loceret Nganjuk" di Google Maps. Namun, nama tersebut tidak menampilkan titik koordinat ataupun petunjuk lokasi yang dapat diakses publik.

"Memang tidak ada titik koordinatnya," ujar Hanafi saat mendampingi proses penelusuran.


Temuan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai aksesibilitas informasi publik, terlebih SPPG merupakan bagian dari program strategis yang menggunakan fasilitas dan dukungan negara sehingga keberadaannya semestinya mudah diketahui masyarakat.


Berupaya memperoleh penjelasan resmi, awak media kemudian meminta bertemu Kepala SPPG Sukorejo. Namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi.

"Gak bisa ketemu untuk hari ini. Ada (di sini orangnya)," kata Hanafi.


Menariknya, saat dikonfirmasi kembali beberapa saat kemudian, keterangan yang disampaikan berubah. Kali ini, petugas keamanan menyebut Kepala SPPG sedang berada di luar kantor bersama stafnya.

"Sekarang masih ke luar sama staffnya," ujarnya.


Perbedaan informasi tersebut semakin menimbulkan tanda tanya mengenai keberadaan pimpinan SPPG saat jam kerja berlangsung.


Tak hanya itu, awak media juga menemukan kejanggalan pada daftar absensi yang berada di pos keamanan. Berdasarkan keterangan Hanafi, Kepala SPPG telah datang sekitar pukul 07.00 WIB. Namun hingga pukul 10.45 WIB, nama yang bersangkutan belum tercatat mengisi daftar hadir.

"Iya belum (absen). Tadi udah (datang), pagi sekitar jam 07.00-an lah," ujarnya.


Padahal, menurut Hanafi, mekanisme absensi mengharuskan setiap pegawai mencatat jam kedatangan dan kepulangan serta membubuhkan tanda tangan secara manual.

"Biasanya ngisi (absen) semua," katanya.


Ketika ditanya alasan Kepala SPPG belum melakukan absensi, Hanafi mengaku tidak mengetahui secara pasti.

"Kurang tahu, mungkin buru-buru tadi," imbuhnya.


Sorotan tidak berhenti pada Kepala SPPG. Dari hasil pengamatan awak media, kolom kehadiran milik Akuntan dan Ahli Gizi juga belum terisi pada daftar absensi manual. Meski demikian, pihak keamanan berdalih keduanya melakukan absensi secara digital.

"Biasanya absen di foto itu," jelas Hanafi.


Namun penjelasan tersebut memunculkan pertanyaan lanjutan. Sebab berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, pada hari sebelumnya Kepala SPPG masih tercatat melakukan absensi secara manual.


Karena tidak berhasil memperoleh klarifikasi langsung di lokasi, awak media kemudian menghubungi Kepala SPPG melalui pesan WhatsApp. Akan tetapi, tidak lama setelah pesan konfirmasi dikirim, status pengiriman pesan berubah menjadi centang satu. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa nomor kontak awak media telah diblokir, meskipun dugaan itu belum dapat dipastikan secara independen.


Menariknya, beberapa jam setelah upaya konfirmasi dilakukan, tepatnya sekitar pukul 14.40 WIB, nama "SPPG Nganjuk Loceret Sukorejo" mendadak muncul dengan titik koordinat baru di Google Maps.


Namun kemunculan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru.


Berdasarkan penelusuran awak media, titik koordinat yang ditampilkan tidak mengarah ke lokasi SPPG Sukorejo, melainkan berada di area SPBU Candirejo yang berlokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret.


Padahal berdasarkan hasil penelusuran lapangan, lokasi SPPG Sukorejo seharusnya berada di Jalan Anjuk Ladang Nomor 05, RT 02/RW 04, Dusun Bedingin, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.


Perbedaan lokasi tersebut menimbulkan dugaan adanya ketidaksesuaian data digital yang justru berpotensi membingungkan masyarakat yang hendak mencari keberadaan fasilitas tersebut.


Selain persoalan keterbukaan informasi dan titik koordinat, awak media juga menemukan sejumlah barang yang dinilai tidak ditempatkan sebagaimana mestinya di area halaman SPPG. Di antaranya mangkok yang berada di bawah saluran pipa air, lap yang diletakkan di atas pipa tabung, serta wadah bekas cat yang berada di sekitar area instalasi pengolahan air limbah (IPAL).


Temuan-temuan tersebut tentu belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran tertentu. Namun kondisi tersebut menjadi catatan penting terkait tata kelola, kedisiplinan administrasi, serta keterbukaan informasi publik yang semestinya dijalankan secara optimal oleh setiap lembaga yang melayani kepentingan masyarakat.


Hingga berita ini ditulis, Kepala SPPG Sukorejo belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi resmi atas sejumlah temuan dan pertanyaan yang disampaikan awak media.