SURABAYA KEMBALI BERLARI: ISOPLUS Marathon 2026 Bidik Rekor Partisipasi, Dorong Ekonomi Kreatif dan Gaya Hidup Sehat -->

Javatimes

SURABAYA KEMBALI BERLARI: ISOPLUS Marathon 2026 Bidik Rekor Partisipasi, Dorong Ekonomi Kreatif dan Gaya Hidup Sehat

javatimesonline
16 April 2026

SURABAYA, JAVATIMES — Kota Surabaya kembali bersiap menjadi panggung olahraga berskala nasional. Ajang Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 dipastikan digelar dengan skala lebih besar, ambisi lebih tinggi, dan dampak yang melampaui sekadar garis finis menyasar gaya hidup, pariwisata, hingga denyut ekonomi kreatif kota.


Diselenggarakan oleh WINGS Food melalui brand minuman isotonik ISOPLUS, event ini menjadi bagian dari rangkaian ISOPLUS Run Series 2026 yang juga berlangsung di Jakarta. Mengusung tema besar “Unlock Your Greatness”, ajang ini tidak hanya mengajak masyarakat berlari, tetapi juga menantang mereka menembus batas diri.


Perhelatan akan dimulai di Jakarta pada 6 September 2026 sebagai pemanasan, sebelum mencapai puncaknya di Surabaya pada 4 Oktober 2026. Beragam kategori disiapkan—mulai dari Kids Dash, 5K, 10K, hingga kategori elit Half Marathon (21,097 km) dan Full Marathon (42,195 km) membuka ruang bagi pelari dari semua level, dari pemula hingga profesional.


Joshua Gunawan, Head of RTD Beverage WINGS Food, menegaskan bahwa Surabaya bukan sekadar tuan rumah, melainkan episentrum semangat lari nasional. Dengan pusat kegiatan di Balai Kota dan rute yang melintasi ikon-ikon kota, pengalaman berlari dirancang tidak hanya kompetitif, tetapi juga imersif.


“Surabaya memiliki energi komunitas yang luar biasa. Ini bukan sekadar lomba, tapi perayaan. Kota ini menjadi playing field, dan para pelari adalah aktor utamanya,” ujar Joshua.


Lebih dari Sekadar Lari: Mesin Baru Ekonomi Kota


Di balik euforia olahraga, tersimpan agenda yang lebih strategis. Pemerintah Kota melihat marathon ini sebagai instrumen penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata.


Wali Kota Eri Cahyadi menilai ajang ini mampu memperkuat identitas kota di panggung nasional. Aktivasi ruang publik, kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, hingga keterlibatan komunitas dinilai menjadi katalis penting pertumbuhan ekonomi baru.


“Olahraga bisa menggerakkan kota. Dengan dukungan infrastruktur dan antusiasme masyarakat, kami ingin menjadikan Surabaya destinasi sport tourism yang diperhitungkan,” tegasnya.


Mengacu pada laporan Kementerian Luar Negeri 2022 tentang potensi ekonomi kreatif Indonesia, event semacam ini dinilai efektif dalam memperluas eksposur budaya sekaligus membuka peluang bisnis lintas sektor.

Dari Pemula ke Marathoner: Gelombang Baru Pelari


Fenomena menarik muncul dari edisi sebelumnya: meningkatnya jumlah first-time marathoners. ISOPLUS melihat ini sebagai sinyal perubahan gaya hidup masyarakat menuju pola hidup lebih aktif.


Untuk mendukung hal tersebut, program “21 Weeks Training” kembali dihadirkan. Peserta akan dibimbing oleh pelatih profesional, ahli nutrisi olahraga, hingga komunitas lari, memastikan persiapan yang matang dari latihan hingga pemulihan.


Coach Andy Sugiyanto menekankan disiplin sebagai kunci utama. “Latihan minimal tiga kali seminggu, ditambah strength training, adalah fondasi. Jangan abaikan fase tapering dan pemulihan,” ujarnya.


Sementara itu, sports nutritionist Angela Dalimarta mengingatkan tantangan iklim tropis Surabaya. Hidrasi menjadi faktor krusial, terutama untuk mencegah dehidrasi dan gangguan elektrolit seperti hiponatremia.


Standar Internasional: Keamanan dan Validitas Jadi Prioritas


Dari sisi teknis, penyelenggara menjanjikan peningkatan signifikan. Race Director Safrita Aryana memastikan rute akan dikalibrasi untuk menjamin validitas jarak, sementara standar keselamatan diperketat.


Tenda medis lengkap, ambulans siaga, hingga kehadiran running doctors di sepanjang lintasan menjadi bagian dari sistem mitigasi risiko. Selain itu, jumlah water station akan ditambah untuk menjaga performa pelari hingga garis akhir.


Sentuhan Kreatif: Ketika Seni Bertemu Olahraga


Tidak hanya soal performa fisik, ISOPLUS juga menyisipkan elemen kreatif. Ilustrator Popomangun didapuk merancang jersey resmi event.



Dengan desain dinamis dan warna khas ISOPLUS, jersey ini bukan sekadar atribut, tetapi simbol perjalanan personal setiap pelari. “Ini pertama kalinya saya mendesain untuk event olahraga sebesar ini. Melihat ribuan pelari mengenakannya adalah pengalaman luar biasa,” ungkapnya.


Tiket Dibuka, Antusiasme Diprediksi Meledak


Pendaftaran resmi dibuka mulai 16 April 2026 melalui situs resmi. Harga tiket bervariasi, mulai dari Rp150.000 hingga Rp850.000, tergantung kategori.


Dengan rekam jejak sukses tahun sebelumnya dan dukungan penuh berbagai pihak, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 diproyeksikan tidak hanya mencetak rekor partisipasi, tetapi juga meninggalkan jejak yang lebih dalam: membentuk budaya hidup sehat, memperkuat ekonomi lokal, dan menegaskan posisi Surabaya sebagai kota yang terus berlari maju.




(Gal.S)