JOMBANG, JAVATIMES – Pemerintah Kabupaten Jombang resmi memulai tahapan strategis perencanaan pembangunan masa depan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Bertempat di Ruang Bung Tomo, Kamis (26/3/2026) pagi, acara ini menjadi tonggak awal visi besar "Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua."
Acara yang dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) ini dibuka langsung oleh Bupati Jombang, Warsubi, SH., M.Si., didampingi Wakil Bupati Gus Salmanudin. Pembukaan ditandai dengan pemberian santunan anak yatim serta penampilan tari kontemporer "Bumi Langit"—simbol harmonisasi budaya lokal Sandur Manduro dan Tari Remo dengan semangat modernitas.
Fokus Strategis: Industri yang Memperkuat Rakyat
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi memaparkan visi besar Jombang tahun 2027 yang menitikberatkan pada integrasi ekonomi. Tema yang diangkat adalah "Integrasi Pengembangan Industri - Perdagangan dengan Sektor Primer."
"Sektor industri dan perdagangan tidak boleh berdiri sendiri. Keduanya harus mampu menyerap serta memperkuat sektor primer seperti pertanian, peternakan, dan perikanan yang menjadi fondasi ekonomi rakyat Jombang," tegas sosok yang akrab disapa Abah Warsubi tersebut.
Empat Instruksi Tegas untuk Perangkat Daerah
Guna memastikan perencanaan yang akuntabel, Bupati memberikan empat instruksi khusus kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah:
- Adaptif & Inovatif: Mampu menjawab tantangan pembangunan yang dinamis.
- Efisiensi Berorientasi Dampak: Setiap program harus terukur manfaatnya bagi masyarakat.
- Standar Pelayanan Minimal (SPM): Menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga.
- Kepatuhan Anggaran: Memenuhi mandatory spending, termasuk alokasi minimal 40 persen untuk infrastruktur pelayanan publik.
Komitmen Nyata: Anggaran Besar untuk Desa dan Kecamatan
Salah satu poin paling krusial dalam Musrenbang kali ini adalah komitmen Pemkab Jombang dalam memperkuat ekonomi dari akar rumput. Bupati mengumumkan kelanjutan program Desa Maju dan Sejahtera dengan dukungan finansial yang signifikan.
- Skala Desa: Setiap desa di Jombang dipastikan memperoleh anggaran minimal Rp800 juta melalui tambahan bantuan keuangan khusus.
- Skala Kecamatan: Alokasi Rp1 Miliar per kecamatan untuk perbaikan jalan kabupaten dan Rp200 Juta untuk pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU).
"Ini adalah langkah nyata untuk memastikan pembangunan tidak hanya berpusat di kota, tapi merata hingga ke pelosok desa," tambah Bupati.
Sinergi Lintas Sektor
Musrenbang RKPD 2027 juga menjadi wadah kolaborasi antara eksekutif dan legislatif. Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Billytha Permatasari, MBA. Intl., menyerahkan Dokumen Pokok-Pokok Pikiran (Pokpir) DPRD kepada Bupati agar aspirasi langsung dari masyarakat dapat terintegrasi penuh dalam dokumen pembangunan.
Kepala Bapperida Jombang, Hartono, melaporkan bahwa forum ini diikuti oleh 152 peserta, mulai dari akademisi, tokoh agama, pelaku usaha, hingga perwakilan Forum Anak Jombang.
Penandatanganan berita acara kesepakatan bersama unsur Forkopimda dan perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi penutup yang menandai dimulainya langkah nyata pembangunan yang partisipan dan transparan.
Dengan semangat Asta Cita, Kabupaten Jombang bersiap bertransformasi menjadi daerah dengan SDM unggul, infrastruktur berkelanjutan, dan tata kelola pemerintahan yang bersih demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
(Gading)

Komentar
