![]() |
| Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk, Abdul Wakid |
NGANJUK, Djavatimes -- Sebagai salah satu makhluk hidup yang bergantung pada lingkungan adalah manusia. Karena dibekali dengan akal maka setidaknya memiliki peranan penting dalam mengelola lingkungan hidup.
Kapala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Abdul Wakid mengatakan, terjadinya kerusakan lingkungan hidup sangat tergantung pada manusianya.
Demikian halnya, faktor bencana saat ini, lebih besar disebabkan oleh manusia dari pada bencana yang disebabkan oleh alam, ujar Wakid.
Sejak awal tahun 2023, bencana yang melanda wilayah di Kabupaten Nganjuk adalah bencana banjir yang sering dialami oleh wilayah Kecamatan Pace, Berbek, Rejoso, Lengkong dan sebagainya serta bencana alam yang disebabkan angin puting beliung hampir semua wilayah Kecamatan di Kabupaten Nganjuk masuk kategori rawan.
Untuk korban jiwa dari kasus puting beliung di triwulan pertama 2023 satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka - luka. Untuk bencana banjir, lebih kepada kerugian material, kata Wakid.
Sementara wilayah yang sangat rentan terjadi longsor yakni wilayah Kecamatan Ngetos, Sawahan, Berbek, Wilangan dan Bagor. Bahkan bencana longsor yang terjadi di wilayah Ngetos sebanyak dua kali dan mengakibatkan banyak korban.
Bencana longsor di Kecamatan Ngetos terakhir tahun 2021 menelan korban jiwa sebanyak 19 orang dinyatakan meninggal dunia, 14 luka - luka dan 8 rumah alami rusak berat. Sementara longsor yang terjadi di tempat wisata Sedudo Sawahan pada Pebruari 2023, satu orang dinyatakan meninggal dunia, urai Wakid.
Lima Dampak Kerusakan Alam yang Merugikan Manusia
Kalau alam hanya diambil hasilnya tanpa mau melakukan reklamasi, lingkungan akan menjadi rusak, warga sekitar akan mendapatkan kerugian baik segi ekonomi maupun sosial bahkan dapat menyebabkan korban jiwa.
Berikut adalah dampak dari kerusakan alam yang perlu diperhatikan:
1. Pemanasan Global atau global warming merupakan bencana penipisan lapisan ozon yang diakibatkan meningkatnya karbondioksida dan menipisnya oksigen. Karbondioksida semakin meningkat karena adanya penggundulan hutan, pembakaran hutan, dan galian C tanpa mau melakukan reklamasi.
2. Pencemaran yang terjadi akibat pembuangan limbah pabrik yang sembarangan, akan mempengaruhi lingkungan udara dengan asapnya dan lingkungan air dengan pembuangan ke aliran sungai. Dampak dari pencemaran akan mempengaruhi kesehatan warga sekitar pabrik, seperti gangguan pernafasan.
3.Kebakaran Hutan yang berakibat fatal pada persediaan oksigen. Selain itu, keberadaan flora dan fauna di hutan akan semakin terancam punah.
Faktor ini selain karena cuaca juga bisa disebabkan adanya pembakaran lahan untuk pendirian pabrik," jelas Wakid
4. Tanah longsor yang merupakan bencana pengikisan tanah oleh air hujan. Ini banyak disebabkan oleh tangan manusia yang senang merusak lingkungan sehingga berakibat pada kurangnya penyerapan air oleh pohon sehingga mengakibatkan terjadinya erosi.
5. Banjir yang merupakan bencana akibat terhambatnya penyerapan air dan aliran sungai sehingga air membludak ke daratan. Hal ini terjadi selain faktor curah hujan yang tinggi juga lebih kepada kesadaran manusia pada lingkungan.
Untuk atasi semua bencana tersebut, dengan cara menggalakkan cinta lingkungan dimulai dari lingkungan sekitar rumah kita masing - masing, tandasnya.
(Ind)

Komentar