![]() |
| Rehabilitasi sarana dan prasarana di SMPN 1 Sukomoro dan SMPN 3 Tanjunganom |
NGANJUK, JAVATIMES – Kenyamanan belajar tidak hanya ditentukan oleh semangat guru dalam mengajar dan kesungguhan siswa dalam menimba ilmu. Kondisi ruang kelas yang layak serta fasilitas sanitasi yang memadai juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pendidikan melakukan rehabilitasi sarana dan prasarana di sejumlah satuan pendidikan. Dua di antaranya adalah SMPN 1 Sukomoro dan SMPN 3 Tanjunganom.
Program ini menyasar dua kebutuhan berbeda, tetapi sama-sama penting bagi aktivitas pendidikan sehari-hari. Di SMPN 1 Sukomoro, pekerjaan difokuskan pada rehabilitasi ruang kelas. Sementara di SMPN 3 Tanjunganom, perbaikan diarahkan pada fasilitas toilet sekolah.
Dukungan anggaran untuk kedua pekerjaan tersebut mencapai Rp401.820.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Nganjuk. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Sheza Berkah Abadi, sedangkan pengawasan dilakukan oleh CV Akmalia Konsultan.
Direktur Utama CV Sheza Berkah Abadi, Zaenal Abidin, menyampaikan bahwa pekerjaan rehabilitasi tersebut ditargetkan selesai pada 22 Desember 2026.
Ia memastikan, hingga saat ini progres pekerjaan masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
“Progres pekerjaan saat ini sudah sesuai dengan rencana,” ujar Zaenal.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa peningkatan sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik.
“Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Kami ingin memastikan lingkungan sekolah semakin layak, aman, dan nyaman untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Karena itu, pekerjaan rehabilitasi harus dilaksanakan dengan baik, sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku, sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi siswa dan guru,” ucap Marhaen Djumadi.
Di lingkungan sekolah, ruang kelas yang layak memberikan dukungan bagi guru dan siswa untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman. Sementara toilet yang memadai turut berperan dalam menjaga kebersihan, kesehatan, serta membangun kebiasaan hidup bersih di kalangan peserta didik.
Karena itu, rehabilitasi kedua sekolah tersebut bukan sekadar pembenahan fisik bangunan. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui perbaikan fasilitas dasar yang digunakan warga sekolah setiap hari.
Dari ruang kelas hingga fasilitas sanitasi, setiap pembenahan yang dilakukan secara tepat menjadi langkah nyata untuk mendukung masa depan pendidikan dan generasi penerus di Kabupaten Nganjuk.
(Bagus)

Komentar