NGANJUK, JAVATIMES - Setelah puluhan tahun berkarir sebagai ASN, Nur Solekan Sekda Nganjuk akan memasuki purna tugasnya pada 1 Januari 2027. Dimana menjelang pensiun, ia mengaku tidak memiliki persiapan khusus dan memiliki calon spesial untuk menggantikan posisinya.
Sementara perjalanan karier Nur Solekan, yang dikenal sebagai birokrat senior, meniti karier dari bawah dan menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Pemkab Nganjuk.
Puncak pencapaiannya adalah saat dilantik sebagai Sekda definitif pada 19 Desember 2022. Sebelumnya Nur Solekan pernah memegang jabatan penting seperti Sekwan, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Bapenda.
Menanggapi soal siapa sosok yang tepat menggantikan posisinya? Dengan tegas ia mengatakan bahwa seluruh proses dan keputusan sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati Nganjuk.
"Yang jelas, semua ASN yang memenuhi persyaratan formal dan mempunyai kemampuan serta kapasitas dapat mengikuti tes talenta dan mekanisme lainnya," ujarnya.
Ia juga berharap, nantinya untuk pengisian jabatan Sekda Nganjuk, tidak semata mempertimbangkan aspek administratif, tetapi juga mempertimbangkan kualitas kepemimpinan, rekam jejak, dan integritas personal.
Selain itu, Nur Solekan juga memberikan pertimbangan, calon sekda di era modern wajib menguasai tata kelola sistem pemerintahan berbasis elektronik. Ini tidak lepas dari sekda sebagai motor penggerak birokrasi yang memimpin integrasi teknologi di pemerintahan.
"Kenapa calon sekda harus paham digitalisasi? sebagai orkestrator utama birokrasi, sekda paling bertanggung jawab untuk dapat menyatukan berbagai aplikasi Organisasi Perangkat Daerah yang terpisah menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan," jelasnya.
Nur Solekan juga mengatakan, kenapa sekda terpilih nantinya harus melek digital, ini didasari oleh pola pikir ASN. Dimana transportasi digital tidak bisa berjalan tanpa komitmen seorang pimpinan.
Ia juga mengingatkan, sekda penggantinya besuk agar tidak berfungsi hanya sebagai birokrat tertinggi tapi juga mampu menjadi jembatan strategis dan motor penggerak pemerintah.
"Sekda masa depan haruslah seorang dirigen strategis, bukan sekadar administrator birokrasi biasa. Jabatan sekda adalah posisi paling krusial dalam menjembatani kebijakan politik kepala daerah dengan implementasi teknis di lapangan," jelasnya.
"Jadi dua kemampuan ini sangat krusial. Pertama, sekda harus mampu menerjemahkan visi misi bupati kedalam program dan kegiatan di seluruh OPD melalui pemikiran teknokratik, disamping itu seorang sekda, juga harus memiliki kemampuan visioner sebagai bentuk loyalitas dan pengabdian terhadap pemerintah daerah," pungkasnya.
(Ind)

Komentar.jpeg)