SIDOARJO, JAVATIMES – Upaya percepatan penurunan stunting di Desa Semambung Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo,terus diperkua.Pemerintah Desa Semambung bersama Pemerintah Kecamatan Puskesma pendamping desa menggelar kegiatan Rembuk Stunting Kegiatan berlangsung di Pendopo Balai Desa Semambung.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur kecamatan ,tenaga kesehatan, perangkat desa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, pendamping desa, tokoh masyarakat, hingga para ketua RT sebagai bentuk kolaborasi bersama dalam menekan angka stunting di wilayah desa.
Rudi Handoyo Kepala Desa Semambung,dalam sambutannya, menegaskan bahwa persoalan stunting bukan sekadar masalah anak, melainkan ancaman serius terhadap kualitas generasi masa depan.
"Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan pola asuh yang tidak tepat dampaknya panjang, mulai dari penurunan kecerdasan hingga lemahnya daya tahan tubuh. Kalau ini kita biarkan, sama saja kita menggadaikan masa depan desa," tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting telah menjadi program prioritas Pemdes maupun pemerintah kabupaten Sidoarjo.
"Tidak ada penurunan stunting tanpa kerja nyata di desa," ujarnya.
Melalui forum rembuk stunting ini, seluruh elemen desa saya mengajak untuk membuka data secara transparan dan menyusun langkah konkret berbasis kondisi riil di lapangan ujarnya.
Selain itu, rembuk stunting juga menjadi momentum memperkuat pembagian peran lintas sektor. Pemerintah desa mengalokasikan APBDes untuk program pendukung penurunan stunting seperti pemberian makanan tambahan (PMT) lokal, pembangunan sanitasi sehat, penyediaan air bersih, hingga penguatan insentif kader kesehatan.
Sementara itu, kader Posyandu, PKK, bidan desa, petugas gizi, hingga para ketua RT diminta aktif melakukan pendampingan keluarga risiko stunting, memastikan balita rutin datang ke Posyandu, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola asuh dan sanitasi sehat.
Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya memasukkan program penanganan stunting sebagai prioritas utama dalam penyusunan RKPDes Tahun 2027. Fokus intervensi diarahkan pada program spesifik seperti PMT berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dan balita kurang gizi, kelas ibu hamil, kelas balita, hingga intervensi.
"Kita ingin ada Gerakan Desa Bebas Stunting. Kalau ada satu anak lolos dari stunting, itu kemenangan kita bersama," ucapnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat terus menjaga kekompakan dan komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Desa.
Kalau sekarang kita serius menangani stunting, maka kita sedang menanam investasi terbaik untuk masa depan generasi,”sebut Rudi.Kades yang baru dilantik bupati Sidoarjo di pendopo,beberapa bulan yang lalu.
(Lie/Khol)

Komentar