Sang Inisiator Sinergi: Jejak Heri Purnomo Membangun Kemandirian Kolektif Bersama Pekantara -->

Javatimes

Sang Inisiator Sinergi: Jejak Heri Purnomo Membangun Kemandirian Kolektif Bersama Pekantara

javatimesonline
09 April 2026

JOMBANG, JAVATIMES – Di sebuah petak kolam di sudut Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, sebuah revolusi ekonomi senyap sedang berlangsung. Bukan digerakkan oleh birokrasi, melainkan oleh keteguhan seorang pria bernama Heri Purnomo. Di balik senyum tenangnya, tersimpan jejak perjuangan yang nyaris karam—sebuah kisah tentang keberanian untuk jatuh, dan tekad untuk bangkit demi membawa ratusan orang bersamanya.


Tragedi Satu Miliar dan Titik Balik


Langkah Heri dimulai pada 2016. Tanpa latar belakang perikanan, berbekal gelar sarjana manajemen dari Kota Malang, ia menjajal peruntungan dengan enam kolam lele sederhana. Namun, dunia usaha tidak seramah teori di atas kertas. Heri harus menelan pil pahit: kerugian besar hingga angka Rp1 miliar.


Bagi kebanyakan orang, angka itu adalah titik akhir. Sebuah vonis kebangkrutan yang mematikan mimpi. Namun, bagi pria berkepala plontos ini, kerugian tersebut adalah biaya "kuliah" yang paling berharga.


"Gagal dalam usaha itu konsekuensi. Tapi keyakinan bahwa ini harus bermanfaat bagi orang lainlah yang membuat saya menolak untuk berhenti," ucap Heri dengan nada mantap, Rabu (08/04/2026).


Dari Kompetisi Menuju Kolaborasi: Lahirnya Pekantara


Dari puing-puing kegagalannya, Heri menemukan akar masalah: peternak kecil selama ini hancur bukan hanya karena teknis, tapi karena mereka berjalan sendirian dalam kepungan pasar yang kejam.

Tiga tahun silam, ia memutus rantai isolasi tersebut dengan mendirikan Kelompok Petani Ikan Air Tawar Nusantara (Pekantara). Misinya tunggal namun ambisius: menyatukan para pembudidaya agar tidak lagi menjadi mangsa pasar, melainkan pengendali pasar.

Apa yang dimulai dari 20 orang tetangga di Desa Temuwulan, kini meledak menjadi gerakan kolektif lebih dari 100 peternak lintas kecamatan di Jombang. Angka produksi pun melonjak drastis hingga menyentuh 4 ton lele per hari. Namun bagi Heri, kemenangan sejati bukan pada tonase, melainkan pada perubahan paradigma.


"Inisiator Sinergi Ekonomi Akuakultur"


Dedikasi tanpa pamrih ini akhirnya membuahkan pengakuan tertinggi. Dalam ajang bergengsi PWI Jombang Award 2026, Heri Purnomo secara resmi dianugerahi penghargaan sebagai “Inisiator Sinergi Ekonomi Akuakultur Kabupaten Jombang”.

Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, menegaskan bahwa Heri tidak sekadar beternak ikan, ia sedang membangun sebuah ekosistem.


"Beliau berhasil mendorong kemandirian ekonomi berbasis akuakultur, sekaligus memperkuat posisi tawar peternak kecil di tengah badai tantangan pasar," puji Mufid.


Menjadi Menara Air bagi Sesama


Kini, kolam-kolam di Desa Temuwulan telah bertransformasi menjadi ruang dialektika. Tempat di mana para peternak belajar teknik budidaya efisien, meramu pakan alternatif untuk memangkas biaya, hingga berdiskusi tentang strategi pasar masa depan.


Heri Purnomo telah membuktikan sebuah tesis kehidupan: bahwa kekuatan terbesar bukanlah akumulasi modal pribadi, melainkan kebersamaan yang terorganisir. Ia memulai langkahnya dalam kesendirian yang pahit, namun hari ini, ia berjalan bersama ratusan jiwa menuju kemandirian ekonomi yang nyata.


Di Jombang, dari tangan dingin seorang Heri Purnomo, kita belajar bahwa menjadi bermanfaat bagi masyarakat tidak harus menunggu jabatan. Cukup dengan ketulusan, keberanian untuk gagal, dan tangan yang terbuka untuk merangkul sesama.






(Gading)