46 Tahun Berpisah, Reuni Alumni SMPN 2 Sidoarjo ’85 Pecah di Cafe Satu Hati -->

Javatimes

46 Tahun Berpisah, Reuni Alumni SMPN 2 Sidoarjo ’85 Pecah di Cafe Satu Hati

javatimesonline
05 April 2026

SIDOARJO, JAVATIMES – Suasana haru, tawa, dan nostalgia menyatu dalam gelaran “Missing Friends” Alumni SMPN 2 Sidoarjo angkatan 1985 yang berlangsung meriah di Cafe Satu Hati, Sidoarjo, Sabtu malam (4/4/2026). Setelah 46 tahun berpisah sejak masa putih biru, para alumni akhirnya kembali dipertemukan dalam momen penuh kehangatan.


Acara yang dihadiri para alumni beserta keluarga ini dipenuhi cerita lama, canda, hingga kenangan masa sekolah yang kembali hidup. Rasa rindu yang terpendam puluhan tahun seolah terbayar dalam satu malam kebersamaan.


Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran H. Rofiq, sosok pengusaha rokok asal Tanggulangin yang dikenal sebagai “big bos” di kalangan alumni. Hadir bersama istrinya dengan penampilan elegan, ia tetap tampil sederhana dan membaur tanpa sekat dengan rekan-rekannya.


“Abah Rofiq itu orangnya bersahaja meski sebagai big bos,” ujar Rudy, ketua pelaksana acara, yang tampil nyentrik dengan rambut gimbalnya.


Tak hanya hadir, H. Rofiq juga ikut memeriahkan suasana dengan bernyanyi dangdut. Dengan suara yang disebut-sebut mirip Rhoma Irama, ia membawakan lagu-lagu populer seperti Jambu Alas dan sejumlah tembang dangdut lainnya, mengajak seluruh alumni berjoget bersama hingga suasana semakin pecah.


Namun bukan hanya kemeriahan yang terasa. Momen haru juga hadir saat Riyati Wijayatiningsih, SH, salah satu alumni yang tengah berjuang melawan penyakit HNP (saraf kejepit), tetap memaksakan diri hadir. Meski menggunakan kursi roda pasca operasi tulang belakang, semangatnya tak surut.


Dengan penuh kebersamaan, rekan-rekan alumni bahkan membantu mengangkatnya menuju lantai dua lokasi acara agar ia bisa bergabung. Di tengah keterbatasannya, Riyati tetap bernyanyi membawakan lagu Pertemuan bersama rekannya Atok, menciptakan suasana emosional yang menyentuh seluruh hadirin.


Acara “Missing Friends” ini bukan sekadar reuni, melainkan menjadi bukti bahwa persahabatan tak lekang oleh waktu. Ikatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup, bahkan semakin kuat meski telah terpisah puluhan tahun.






( Khol)