MALANG, JAVATIMES — Spanduk-spanduk yang sebelumnya terpasang di sejumlah titik di Kota Malang dan memuat narasi terkait isu pergantian Kapolresta Malang Kota, kini dilaporkan sudah tidak terlihat lagi. Spanduk tersebut menghilang begitu saja dan tidak diketahui secara pasti siapa pihak yang memasang maupun yang menurunkannya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, lokasi-lokasi yang sebelumnya menjadi titik pemasangan spanduk kini telah bersih tanpa sisa. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait keberadaan maupun penertiban spanduk tersebut.
Selain di ruang publik, isu ini juga mengemuka di media sosial. Salah satu akun TikTok bernama @cheisarafina secara jelas ditampakkan dan beredar luas di jagat maya. Akun tersebut menampilkan sejumlah konten yang berkaitan dengan dinamika keamanan Kota Malang serta isu kepemimpinan di Polresta Malang Kota, sehingga memicu beragam tanggapan dari warganet.
Sementara itu, salah seorang warga Kota Malang berinisial Mr. N, saat dimintai keterangan terkait maraknya spanduk dan perbincangan di media sosial, menyampaikan pandangan yang lebih moderat. Ia mengaku tidak terlalu mengenal siapa Kapolresta Malang Kota yang saat ini menjabat.
“Terus terang saya tidak tahu siapa Kapolresta yang sekarang, dan saya juga tidak merasakan dampak yang signifikan secara langsung dari kepemimpinannya,” ungkap Mr. N.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa harapan utama warga bukan pada figur tertentu, melainkan pada situasi Kota Malang yang aman dan kondusif.
“Yang penting bagi kami sebagai warga, Kota Malang ini aman, nyaman, dan kondusif. Siapa pun yang memimpin, harapannya bisa menjamin itu,” tegasnya.
Sebelumnya, kemunculan spanduk-spanduk bernada desakan percepatan serah terima jabatan (sertijab) Kapolresta Malang Kota sempat dikaitkan dengan sejumlah peristiwa, termasuk insiden pembakaran pos polisi serta situasi chaos dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu. Narasi tersebut kemudian diperkuat oleh peredaran konten di media sosial yang menampilkan akun-akun tertentu secara terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polresta Malang Kota maupun Polda Jawa Timur belum memberikan pernyataan resmi terkait pemasangan dan hilangnya spanduk, serta maraknya konten media sosial yang beredar. Masyarakat pun berharap adanya klarifikasi terbuka guna mencegah berkembangnya spekulasi yang dapat memicu keresahan publik.
(Tim)

Komentar