Menembus Batas Transparansi: Langkah Pasti Disdikbud Jombang Kawal PPDB 2026 yang Adil dan Akuntabel -->

Javatimes

Menembus Batas Transparansi: Langkah Pasti Disdikbud Jombang Kawal PPDB 2026 yang Adil dan Akuntabel

javatimesonline
15 Juni 2026
Kepala Dinas Pendidikan Wor windari

JOMBANG – Pendidikan adalah hak segala bangsa, dan gerbang utamanya dimulai dari proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sadar akan pentingnya momentum ini bagi masa depan generasi muda Jombang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menegaskan komitmen penuhnya dalam menghadirkan keterbukaan informasi total sepanjang pelaksanaan PPDB Tahun Ajaran 2026/2027.


Keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan sebuah kepastian yang berhak didapatkan oleh masyarakat—khususnya para orang tua dan calon peserta didik yang tengah berjuang meraih bangku sekolah impian.


Transparansi Tanpa Batas Melalui SBMP Online


Guna memastikan proses berjalan objektif dan bebas dari intervensi, seluruh aturan main, mekanisme pendaftaran, kuota penerimaan, hingga jalur seleksi telah diintegrasikan ke dalam sistem Sistem Bersama Masuk Sekolah (SBMP) 2026 secara online. Sistem ini dirancang agar dapat diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dari manakah secara real-time.


Kepala Disdikbud Kabupaten Jombang menegaskan bahwa sistem digital ini adalah bentuk komitmen daerah dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan di Kota Santri.


"Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Jombang yang kehilangan haknya untuk bersekolah hanya karena kendala informasi. Lewat SBMP 2026 yang berbasis online, kami membuka lebar-lebar pintu transparansi. Mulai dari kuota per sekolah, jalur zonasi, afirmasi, prestasi, hingga perpindahan tugas orang tua, semuanya bisa dipantau langsung oleh masyarakat," tegas Kepala Disdikbud Jombang.


Mitigasi Masalah dan Pemerataan Akses


Bukan rahasia lagi jika musim PPDB kerap diwarnai kecemasan. Menjawab tantangan tersebut, Disdikbud Jombang telah memetakan berbagai potensi persoalan yang kerap muncul dari tahun ke tahun seperti kendala server, validasi data kependudukan, hingga penumpukan pendaftar di sekolah tertentu dan menyiapkan langkah antisipasi yang taktis.


Pemerataan akses pendidikan menjadi ruh utama dalam pelaksanaan tahun ini. Disdikbud berkomitmen agar sekolah-sekolah di wilayah sub-urban maupun pelosok Jombang memiliki standar kualitas dan aksesibilitas yang setara dengan sekolah di pusat kota.


Gandeng Sekolah Asal: Jembatan Bagi yang Gagap Teknologi


Meskipun sistem telah beralih ke digital, Disdikbud Jombang sangat memahami bahwa tidak semua wali murid memiliki tingkat literasi digital yang sama. Untuk mengantisipasi adanya calon peserta didik yang tertinggal karena kendala teknis atau gagap teknologi, Disdikbud telah menginstruksikan seluruh sekolah asal (SD/MI) untuk menjadi pusat layanan informasi dan pendampingan.


"Bagi para orang tua atau wali murid yang masih kurang paham atau mengalami kesulitan mengakses link SBMP 2026, jangan khawatir. Anda tidak sendirian. Silakan datang ke sekolah asal putra-putri Anda. Kepala sekolah dan para guru di sana siap mendampingi, mengedukasi, dan membantu proses pendaftaran hingga tuntas. Sekolah asal adalah jembatan informasi Anda," pungkas Kepala Disdikbud Jombang dengan nada optimis.


Dengan sinergi yang kuat antara teknologi, kesiapan pihak sekolah, dan pengawasan aktif dari masyarakat, Disdikbud Jombang optimis PPDB 2026 akan berjalan dengan sukses, melahirkan proses seleksi yang jujur, serta menjadi langkah awal yang kokoh demi mencetak generasi emas Jombang yang cerdas dan berkarakter.


Disdikbud Jombang: Melayani dengan Hati, Mendidik dengan Bukti, Menuju Jombang Jauh Lebih Baik.







(Gading)