Lumpuhkan Potensi Banjir, Dinas PUPR Jombang 'Perang' Lawan Sampah Massal di Avour Watudakon -->

Javatimes

Lumpuhkan Potensi Banjir, Dinas PUPR Jombang 'Perang' Lawan Sampah Massal di Avour Watudakon

javatimesonline
06 April 2026

JOMBANG, JAVATIMES – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga benteng pertahanan daerah dari ancaman banjir. Tak tanggung-tanggung, sebuah operasi evakuasi sampah massal digelar di bawah Jembatan Avour Watudakon, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Rabu (1/4/2026).


Langkah agresif ini diambil bukan tanpa alasan. Di tengah cuaca ekstrem yang membayangi, tumpukan material sampah domestik hingga limbah alam berupa "barongan" (rumpun bambu) kedapatan mengunci aliran sungai. Jika dibiarkan, bom waktu berupa luapan air siap meledak dan menenggelamkan pemukiman serta lahan pertanian warga.

Kekuatan Pindad PC 140 Diterjunkan


Menyadari medan yang sulit di bawah konstruksi jembatan, Dinas PUPR Jombang menghentikan metode manual dan mengerahkan "alat berat tangguh" kebanggaan dalam negeri: Excavator Pindad PC 140.


Unit ini bekerja intensif sejak fajar, mengangkut berton-ton material yang menyumbat fondasi jembatan. Mulai dari ranting pohon raksasa hingga limbah rumah tangga yang membandel diangkat tanpa sisa guna mengembalikan fungsi hidrolis sungai secara total.


Strategi 'Anti-Backwater' Imam Bustomi


Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menegaskan bahwa operasi ini adalah status prioritas tinggi. Ia menjelaskan bahwa titik di bawah jembatan merupakan zona paling krusial karena sering menjadi pemicu fenomena backwater atau aliran air balik yang mematikan.


"Kami tidak ingin sekadar bekerja rutin. Fokus kami adalah memastikan tidak ada hambatan pada struktur bangunan air. Di jembatan inilah titik paling rawan; sedikit saja hambatan, dampaknya bisa meluas ke mobilitas dan ekonomi masyarakat sekitar," tegas Bustomi di lokasi evakuasi.


Melawan Banjir dari Hulu ke Hilir


Meski Tim Unit Reaksi Cepat (URC) dikerahkan secara spartan, Bustomi mengingatkan bahwa alat berat bukanlah solusi tunggal. Ia menyerukan "perang" terhadap kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai.


Catatan Strategis Dinas PUPR Jombang dalam Operasi Ini:

  • Normalisasi Tanpa Ampun: Pengerukan sedimen dan pembersihan titik rawan dilakukan secara terjadwal.
  • Optimalisasi Armada: Memastikan unit tempur seperti Pindad PC 140 selalu siap siaga dalam kondisi prima.
  • Revolusi Mental: Mengedukasi publik bahwa sungai bukanlah tempat pembuangan akhir (TPA).


"Kami berjibaku di hilir membersihkan sampah, namun kemenangan sesungguhnya melawan banjir ada di tangan masyarakat yang menjaga hulu. Dengan aliran yang lancar, kita minimalisir risiko bencana secara signifikan," pungkasnya dengan nada optimis.


Usai menaklukkan sumbatan di Avour Watudakon, Dinas PUPR Jombang memastikan radar pengawasan akan terus bergeser ke titik-titik jembatan lain di seluruh kabupaten. Pesannya jelas: Tidak ada ruang bagi sampah untuk menyumbat keselamatan warga Jombang.





(Gading)