JOMBANG, JAVATIMES – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Jombang pada Sabtu (21/2/2026) malam memicu insiden pohon tumbang di beberapa lokasi strategis. Meski tidak memakan korban jiwa, rentetan kejadian ini sempat mengganggu arus lalu lintas dan mengancam jaringan infrastruktur publik.
Kronologi Kejadian di Titik Rawan
Insiden pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.50 WIB, sesaat sebelum ibadah salat tarawih dimulai, di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto. Sebuah pohon berukuran besar roboh dan menimpa tiang listrik milik PLN, yang sempat memicu kekhawatiran warga akan terjadinya pemadaman massal.
Tak berselang lama, sekitar pukul 21.30 WIB, laporan serupa muncul dari ruas jalan Keplaksari–Rejosopinggir, tepatnya di Desa Morosunggingan, serta di kawasan padat lalu lintas Kebon Ratu, Keplaksari. Material pohon yang melintang di badan jalan memaksa pengguna jalan untuk memperlambat laju kendaraan, menyebabkan ketersendatan arus.
Respon Cepat Lintas Sektoral
Menindaklanjuti laporan warga, tim dari UPT PJJ Ploso bersama Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Menggunakan alat pemotong otomatis, petugas berjibaku mengevakuasi batang dan ranting pohon yang menutup akses utama.
Proses pembersihan dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang. Berkat sinergi antar-instansi, seluruh material pohon berhasil disingkirkan dalam waktu relatif singkat, sehingga akses jalan kembali normal dan dapat dilalui kendaraan secara aman.
Penyebab dan Imbauan Kewaspadaan
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, pohon tumbang diduga kuat akibat tingginya intensitas hujan yang membuat kondisi tanah menjadi labil, sehingga akar pohon tidak mampu menahan beban tajuk yang basah.
Pemerintah Kabupaten Jombang melalui dinas terkait mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur yang banyak ditumbuhi pepohonan besar di tengah cuaca ekstrem.
“Kami meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim penghujan ini. Pastikan keselamatan menjadi prioritas utama saat berkendara dalam kondisi hujan deras,” tulis pesan dalam laporan penanganan tersebut.
(Gading)

Komentar