BANYUWANGI, JAVATIMES – Baru-baru ini Banyuwangi di sorot publik terkait beredarnya sebuah video di medsos dan media online yang menunjukkan sebuah perbincangan beberapa petani penggarap lahan hutan di duga kuat masuk wilayah bkph rogojampi kph banyuwangi barat divre jawa timur.
adapun isi dari perbincangan tersebut terkait dengan adanya dugaan kuat telah terjadi sewa menyewa lahan hutan hingga jual beli lahan hutan pada orang luar daerah yang bukan magersari atau bukan warga Banyuwangi di ketahui oleh oknum mandor dan krph setempat yang masuk dusun Purwodadi desa Temuguruh - Sempu.
lebih jauh, video tersebut di upload grapindotv pada tanggal 28 september 2026 serta menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat luas,
selain itu, dari beberapa sumber warga sekitar lokasi menambahkan jika kejadian tersebut sudah menjadi rahasia umum dan menjadi obrolan warkop selama ini.
Dari beberapa anggota lsm bwi saat di hubungi tim media (29/9/2026)" disini tidak kaget pak ,jika ada kejadian begitu. masya pejabat divre jatim tidak tau ya kebangetan kemana saja mereka selama ini, saya dengar kadivre dan waka juga baru dan sempat saya dengar kadep psdh di geser belum lama ini ".
"Ada juga kejadian yang menurut saya agak janggal, pesanggem jika musim tanam dimintai bibit dan jika ada bibit tanaman yang mati sama mandor tanam tiap batang di suruh ganti 3 juta, ini sudah tidak bisa di nalar ,karena pesanggem sudah beli bibit hingga tanam dan perhiutani tidak mau tau penyebab matinya tanaman karena apa yang penting ada tanaman mati harus ganti 3 juta " terang nya
masyarakat jatim menunggu langkah konkret dari Ka.divre beserta jajaran managent perum perhutani jl.genteng kali no.49 Surabaya jawa timur maupun Direksi perum perhutani jl. TB Simatupang no 22 rt/rw 01/08 Jati Padang kecamatan pasar minggu Jaksel , DKI jakarta untuk menindak lanjuti kejadian tersebut .
(tim)

Komentar