![]() |
| Resepsi kenegaraan di Kecamatan Lengkong |
NGANJUK, JAVATIMES — Agustus di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, tak sekadar tentang merah-putih yang menghiasi jalan. Bulan kemerdekaan juga menjadi panggung tempat warga bertemu, bertanding, bergembira, sekaligus merawat kebersamaan.
Semangat itu mencapai puncaknya dalam resepsi kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kecamatan Lengkong, Kamis (3/9/2026), di Pendopo Kecamatan Lengkong.
Forpimcam, panitia PHBN, kepala desa se-Kecamatan Lengkong, tokoh masyarakat, serta para pemenang lomba hadir dalam acara tersebut.
Sebelumnya, berbagai kegiatan telah mewarnai peringatan kemerdekaan. Anak-anak dan pelajar beradu cepat dalam lomba lari, bermain tenis meja, sepak bola mini, voli, catur, hingga mengikuti pidato PAI, MHQ, cerdas cermat, dan kaligrafi. Masyarakat umum turut ambil bagian dalam lari dan voli, sementara gebyar PAUD, kirab, parade drumband, pawai budaya, karnaval, hingga jalan santai membuat suasana Lengkong semakin semarak.
Di sela kemeriahan itu, kerja bakti menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga membutuhkan kepedulian dan gotong royong.
Camat Lengkong, Wardoyo, menilai rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan atau perebutan juara.
“Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan hanya tentang perlombaan dan kemeriahan. Yang jauh lebih penting adalah mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Wardoyo.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal sportivitas, disiplin, keberanian, dan arti menghargai orang lain.
“Menang dan kalah dalam perlombaan adalah hal biasa. Tetapi persaudaraan dan kebersamaan harus tetap dijaga,” katanya.
Wardoyo berharap semangat yang tumbuh selama rangkaian PHBN tidak berhenti ketika panggung dan perlombaan usai.
“Semangat kemerdekaan harus kita lanjutkan dengan kerja nyata. Mari kita jaga persatuan, perkuat gotong royong, dan bersama-sama membangun Kecamatan Lengkong agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tuturnya.
Kini, piala telah berpindah ke tangan para juara. Namun cerita tentang kemerdekaan di Lengkong tidak berhenti di sana.
Sebab, yang paling berharga dari sebuah perayaan bukan hanya siapa yang berdiri sebagai pemenang, melainkan bagaimana seluruh masyarakat bisa berdiri bersama.
Dari Lengkong, kemerdekaan kembali dirayakan dengan cara sederhana, yakni berkompetisi dengan sportif, bergembira bersama, dan pulang membawa semangat persaudaraan.
(AWA)

Komentar