Dari Kursi Donor untuk Kehidupan: 50 Orang di RSUD Kertosono Berbagi Harapan -->

Javatimes

Dari Kursi Donor untuk Kehidupan: 50 Orang di RSUD Kertosono Berbagi Harapan

javatimesonline
01 September 2026
RSUD Kertosono menggelar donor darah yang diikuti oleh 50 orang

NGANJUK, JAVATIMES — Di tengah kesibukan pelayanan kesehatan, ada satu kegiatan sederhana yang membawa pesan kemanusiaan begitu besar. Sejumlah pegawai dan pengunjung RSUD Kertosono meluangkan waktu untuk duduk sejenak, menjalani pemeriksaan kesehatan, lalu menyumbangkan darahnya bagi mereka yang membutuhkan.


Kegiatan donor darah rutin tersebut digelar RSUD Kertosono pada Selasa, 1 September 2026, melalui kerja sama dengan PMI Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi. 


Sebanyak 50 orang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari lingkungan internal RSUD Kertosono maupun pengunjung rumah sakit.


Bagi para pendonor, prosesnya mungkin hanya membutuhkan sebagian kecil dari waktu dan darah yang mereka miliki. Namun bagi pasien yang sedang membutuhkan transfusi, darah yang terkumpul dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.


Para peserta terlebih dahulu menjalani sejumlah tahapan yang dilakukan oleh petugas PMI Kabupaten Nganjuk. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan kesehatan dan kadar hemoglobin, hingga proses pengambilan darah. Seluruh rangkaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses donor darah. 


Plt. Direktur RSUD Kertosono, drg. Deny Faizatul Widat, mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.

“Donor darah bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Darah yang kita donorkan mungkin hanya berasal dari satu orang, tetapi manfaatnya dapat menjadi sangat berarti bagi pasien yang sedang membutuhkan transfusi. Kami berharap semangat berbagi ini terus tumbuh, baik di lingkungan rumah sakit maupun di tengah masyarakat,” kata drg. Deny Faizatul Widat.


Semangat tersebut tercermin dari keterlibatan pegawai dan masyarakat dalam kegiatan donor darah. Mereka hadir untuk memberikan bagian dari dirinya demi membantu orang lain yang membutuhkan.


Kegiatan donor darah juga menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang pengobatan ketika seseorang sakit. Ada sisi kemanusiaan yang tidak kalah penting, yakni membangun kepedulian dan semangat gotong royong agar kebutuhan kesehatan masyarakat dapat ditopang bersama.


RSUD Kertosono bersama PMI Kabupaten Nganjuk berharap kegiatan donor darah rutin ini dapat mendorong semakin banyak masyarakat menjadi pendonor sukarela secara berkelanjutan. 


Sebab, di balik satu kantong darah yang terkumpul, ada harapan yang mungkin sedang menunggu. Ada pasien yang membutuhkan transfusi, ada keluarga yang berharap kesembuhan, dan ada kehidupan yang mungkin terbantu oleh keputusan sederhana seseorang untuk berbagi.


Pada akhirnya, donor darah mengajarkan bahwa kebaikan tidak selalu harus dilakukan dengan sesuatu yang besar. Terkadang, setetes darah yang kita berikan justru dapat menjadi bagian dari harapan bagi kehidupan orang lain.



(AWA)