Keberadaan Omah Tandang sebagai ruang kreatif yang menjadi pusat literasi teknologi, kolaborasi, sekaligus inkubator inovasi bagi masyarakat
NGANJUK, JAVATIMES -- Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem digital. Salah satu langkah nyata adalah hadirnya Omah Tandang, ruang kreatif yang menjadi pusat literasi teknologi, kolaborasi, sekaligus inkubator inovasi bagi masyarakat.
Sejak diresmikan setahun lalu, Omah Tandang telah dirancang sebagai wadah yang inklusif. Tidak hanya menyediakan ruang belajar, fasilitas ini juga mendukung pelaku UMKM, komunitas, hingga generasi muda untuk mengembangkan kreativitas berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Lebih dari sekadar tempat pelatihan, Omah Tandang kini berkembang menjadi rumah talenta digital. Di dalamnya, masyarakat dapat memperoleh akses ilmu, pelatihan, hingga kesempatan membangun jejaring usaha berbasis digital.
Kepala Diskominfo Kabupaten Nganjuk, Subani, S.H., M.M., menegaskan pentingnya keberadaan Omah Tandang dalam menjawab tantangan era digital.
“Omah Tandang bukan sekadar gedung, tetapi simbol komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan ruang inklusif bagi masyarakat. Harapannya, dari sini lahir ide-ide kreatif yang bermanfaat positif bagi pembangunan daerah,” ujarnya pada Kamis (11/9/2025).
Hal senada juga disampaikan Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang memberikan apresiasi atas peran Omah Tandang dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Menurutnya, ruang kreatif ini akan menjadi jembatan penting bagi Nganjuk menuju transformasi digital yang berdaya saing.
Selama satu tahun beroperasi, Omah Tandang telah melahirkan berbagai program pelatihan, mulai dari Keterampilan Digital, Affiliator Academy, Kelas Influencer, hingga Mak Cerdas Digital. Tidak hanya itu, tim Omah Tandang juga aktif menyambangi UMKM, sekolah, hingga kelompok masyarakat untuk memberikan edukasi langsung terkait perkembangan teknologi.
Baru-baru ini, Omah Tandang bersama KUMPUL ID sukses menyelenggarakan pelatihan Artificial Intelligence (AI) secara hybrid (offline dan online). Pelatihan ini diikuti lebih dari 500 peserta, mayoritas dari kalangan pendidik. Antusiasme besar ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan literasi digital.
Ke depan, Omah Tandang berencana memperluas jangkauan pelatihan hingga ke kelompok petani, peternak, dan komunitas lainnya. Beragam program gratis juga telah dipersiapkan, seperti pelatihan AI, public speaking, desain grafis, persiapan karier, hingga coding.
Dengan hadirnya Omah Tandang, Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital sekaligus membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas. Omah Tandang bukan hanya rumah belajar, melainkan juga rumah masa depan bagi generasi digital Anjuk Ladang.
(Adv/Ngk)

Komentar